Istimewanya Hari Raya

December 7, 2010 § 1 Comment

Kami telat menyadari dan melihat kalender terlebih dahulu sebelum membuat proposal Kp kami. Hal ini menyebabkan
kami menambah pengalaman baru berlebaran jauh dari keluarga kami masing masing. Hanya berempat saja. Kami memulai KP kami tanggal 15 November, sedangkan pemerintah menetapkan 10 Dzulhijah di tanggal 17. bahkan ada paham yang mempercayai dan menunaikan Salat Id di tanggal 16, tetapi perbedaan adalah hal indah di negara kita.

 

Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Bersama. Eh, Negara tentu saja mengikuti libur sesuai dengan pemerintah.  Hal ini mau tidak mau menjadikan alibi bagiku untuk absen menunaikan ibadah puasa arafah. Apapun bahasanya. Pemikiran pertama adalah di hari senin, aku menduga akan berjalan berputar putar mengurusi yang namanya administrasi. Hal ini terbukti. Kemudian jika senin jadi puasa, aku jelas tidak bisa salat id di hari selasa, karena kantor masuk. Kebanyakan panitia salat idul adha di Indramayu yang aku amati spanduk maupun bentuk publikasi lain juga melaksanakan salat idul adha sesuai jadwal yang ditetapkan pemimpin kita, pemerintah. Jadi belum mesti aku mendapatkan lokasi salat. aku tidak pintar agama, tapi secara pribadi tentu sangat janggal jika  sudah puasa arafah, tetapi keesokan harinya tidak salat id, atau  merayakan hari raya idul adha. Jika selasa puasa, aku ragu karena bisa menjadi haram kalau mengacu waktu di arab dan lain sebagainya. akhirnya memang memilih untuk tidak adalah hal yang paling bijaksana bagiku, kami semua eliners 2007 KP regional Indramayu ini.

Selasa sore, selepas kami selesai dan pulang dari kantor, tidak ada hiruk pikuk berarti selepas petang. kamipun seperti jadwal kami biasa tiap malam, terutinkan keluar kompleks mencari makan malam. Suasana yang tetap lengang. hal yang tentu membuat kami rindu meriahnya kota yogyakarta. PES 2011 Ver.1.01 kami setel dan membuat kami menghabiskan malam dengan latian cup.

17 November 2010
Pagi buta kami bergiliran mandi dan bersiap untuk salat iduk adha di masjid kompleks yang cukup besar. Aku lupa membawa baju koko, jadilah hem terbaikku kupakai untuk menunaikan salat sekali setahun Hijriyah ini. Kami berangkat pukul 6, mengantisipasi hal hal yang belum kami mengerti di sini. Cuaca cerah mendukung jalannya salat id. Ustad besar dari bandung, mentor dari sebuah pesantren didatangkan demi menambah wawasan agama para karyawan dan warga perumahan,hingga warga sekitar perumahan yang juga salat di sini. 2 rokaat kujalani dengan khusyuk meskipun sajadah tipisku akhirnya tidak beralaskan apapun dibawahnya. Berbeda seperti biasanya, karena jika salat bersama keluarga, utamanya di shaff pria bersama kakak dan ayahku, pasti ada alasnya terlebih dahulu. entah koran, ataupun tikar tua belel yang selalu setia mengalasi kami ketika melaksanakan salat id, semenjak aku masih mirip baim. entah itu di area parkir kusumanegara, stadion mandala krida, bahkan sekarang ada area salat id baru dekat rumah. di halaman asrama megah UTY.

Khotbah menggelitik disampaikan oleh sang Ustad, yang mengaku di Bandung hampir tiap harinya melihat paha kaum wanita. terutama jika sedang berada di dalam mobil di kursi belakang. melihat di kanan ada motor, si cewek sekolah bonceng dengan terburu buru takut terlambat. rok sekolahnya naik maksimal disertai lambaian liar. Di samping kiri sepasang muda mudi asyik berboncengan dengan erat dan celana yang dipakai si cewek juga hampir percuma karena paha atasnya terlihat hingga ada lekukan. silakan diisi sendiri lekukan apa di pemikiran anda. Begitu besarnya godaan, sang ustad mengalihkan pandangan ke depan. keputusan yang sempurna, mengingat di depan ada mahasiswi dibonceng. okelah ada jilbabnya, tetapi ada celah diantara baju dan celana yang membuat kaum adampun betah. sambil menelan ludah sang ustad berujar,” Saya tinggal berkeyakinan bahwasannya ustad boleh melihatnya”. Geerr.”dasar koplak”, responku ala iklan rokok 70an itu..

Selepas salat, kami kembali ke rumah dan sarapan. sarapan seadanya seperti biasa. Menjelang siang, kami kembali menuju masjid kompleks untuk melihat proses eksekusi besar besaran binatang qurban. dengan total 104 kambing, 17 sapi, 8 emas, 12 perak dan 9 perunggu, hanya dibutuhkan waktu hingga duhur lebih sedikit saja. Ya, sangat efektif dan efisien cara mereka melakukan penyembelihan, meskipun jelas tanpa mengurangi prosesi apapun. Kusadari lagi, bahwasannya aku tetap belum memiliki kekuatan super, yang mampu menyaksikan secara langsung akhir duniawi si hewan kurban. Kuputuskan melihat dan menghibur kambing yang masih berusaha mengisi perutnya dengan sejumput rumput. Mata kambing yang nanarpun membuatku mengajak sodara rifai untuk menunggu di kursi yang disediakan panitia untuk para sohibul kurban/penerima daging kurban.

Siang membuat perut kami mengetuk hati nurani untuk segera mengisinya dengan gizi yang bermanfaat. Prihatin, siang itu kami cukup kelimpungan, karena warteg, dan para penjual makan lagi tutup karena hari raya. Serasa hari raya daging yang mengenaskan bagi kami, karena kembali mi goreng instan dengan merk sama hasil kami beli sekerdus, adalah penyumpal rasa lapar kami. hingga akhirnya pada sore harinya, kakaknya danang, mas Dodi mengajak kami menikmati hasil daging sapi olahan di malam hari. “Secercah daging!” ngilerku. dan hari raya ini kami tutup dengan makan daging bersama sama, beramai ramai, hingga kamipun kekenyangan.

Syukur terucap, di daerah yang jauh dari keluargapun, sisi kekeluargaan akan selalu muncul. Secara diduga maupun tak terduga..

Tagged: , , ,

§ One Response to Istimewanya Hari Raya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Istimewanya Hari Raya at eliners07kp.

meta

%d bloggers like this: