Hari Pertama Kesan Pertama

December 5, 2010 § 5 Comments

Senin, 15 November 2010

Semalam sebelumnya kami suit menentukan pihak mana yang berkesempatan mandi paling pertama. Danang fathan aku vai adalah urutan yang didapat dan akan berputar tiap harinya, yang sekiranya dibutuhkan mandi sangat pagi. Jam menunjukkan 06.30 ketika kami sudah siap dan selesai bergiliran mandi hingga sarapan mi goreng instan. Kamipun meluncur melewati jalur yang jelas akan membosankan karena tiap hari nantinya akan selalu kami lewati. Sampai di kilang dan memarkirkan motor kami di rumah warga di depan pintu depan kilang,  kami berjalan sejauh 10 menit untuk mencapai gedung Pusdiklat. Di dalam ruang tunggu sudah ada 4 orang berpakaian sejenis kami duduk dan juga menunggu sebuah kepastian. Seorang bapak yang kemudian kami kenal adalah Pak Yanto mempersilakan kami duduk dan menunggu seorang Bapak lagi. sekitar 30 menit tanpa kepastian lagi, datang seorang bapak keturunan arab dengan 2 orang berpakaian sejenis kami lagi. Kemudian si Bapak yang kemudian kami kenal adalah Pak Hasan meminta kami memberikan surat rekomendasi KP kami. begitu pula dengan 4 orang berpakaian sejenis yang sudah lebih dahulu duduk menunggu sebelum kami. Setelah surat kami diproses, kami dipersilakan memasuki ruang kelas yang sudah berisi beberapa orang dewasa. kemungkinan merupakan tamu perusahaan. kami diterangkan mengenai prosedur keamanan dan keselamatan yang ada di kilang dan harus selalu kami taati selama berada dalam kilang. tak selesai sampai di situ, kami lalu diminta menemui seorang bapak di gedung putih, kemudian membuat ID card kami, dan kembali ke gedung pusdiklat setelah usai.
“WTF!?? Gedung putih? mentang mentang Obama habis datang trs kita harus ke gedung putih, white house cuma buat
bikin ID Card?” silauku. Tentu saja hal ini merupakan fantasiku yang ganteng karena gedung putih yang dimaksud adalah gedung kantor hrd yang berada 15 menit jalan kaki berlawanan arah dari posisi gedung Pusdiklat ini. Dalam panas yang membara, kami dan pada akhirnya 4 orang berpakaian sejenis kami berjalan bahenol lunglai menuju gedung putih. Cerita tentang 4 teman baru kami dan 2 orang lagi dapat diakses di “KP Buddy”. Setelah berada di gedung putih, prosedur keamanan meminta kami menuliskan daftar tamu dan kemudian sang bapak satpam di resepsionis meminta kami menunggu. satu jam berlalu kami tanpa kejelasan. hingga akhirnya kami ulangi lagi bahwasannya kami ingin, benar benar ingin menemui seorang bapak, yang kemudian kami kenal Pak Syarif. bermodal muka inosen sang bapak satpam berkata”Oh, belum ya? Sebentar saya lihat di ruangannya.”
sundul gan….

dari sini kami diminta menuju sebuah kawasan yang berada di samping kompleks kilang yang tentu saja pegel kalau jalan kaki. Dengan upaya perjuangan senasib, kami berhasil sampai di kawasan itu. Layakny bikin sim, kami difoto untuk ID card kami. Jam menunjukkan pukul 12.00 kurang sejauh ini. Setengah hari kami habiskan hanya untuk sebuah ID Card. bahkan belum selesai karena beum jadi.
Pukul 13 setelah istirahat kami kembali menuju kantor gedung putih untuk cetak ID CArd. di luar area tadi rupanya hanya foto dan membuat cetakannya. Proses cetaknya tetap di gedung putih tadi. Mendapatkan ID card, kami menuju LK3 untuk mendapatkan safety shoes dan helmnya. dari sini kami diantarkan langsung menuju ruang kami. Electrical and Instrument Engineer Section. Sedangkan 4 orang berpakaian sejenis kami menuju ruang lain yaitu Processing Engineer yang merupakan basecamp mereka. Kami langsung bertemu pembimbing kami di depan pintu masuk gedung, karena beliau akan menuju kilang. Kesan pertama yang dingin. Kami dipersilakan masuk dan menunggu terlebih dahulu. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya si bapak yang kami duga bernama Bapak Ramdhan, datang bersama seorang pria seperempatan baya yang kemudian kami kenal adalah mas Dendi. Engineer lulusan Tekfis ITB. Hal pertama yang akan selalu kami ingat adalah,”Kalian ke sini mau apa? maunya apa? ngapain?” dengan batas desibel suara yang hampir mendekati suara pesawat boeing. “em, ya kerja praktek pak”, jawab sodara Vai sambil memalingkan mukanya ke bawah. “bego” erangku. Bener aja, Vai terus menjadi sasaran tembak si Bapak. Hal yang wajar mengingat ni bapak tipenya keras, dijawab dengan seperti merendahkan walau mungkin tidak salah dan sedikit unsur bercanda namun garing. Overall, kami berempat merasa sangat anak TK. entah apa yang kami pelajari selama hampir 3,5 tahun menimba ilmu teori di kampus. Terbayangku Elektronika dan Instrumentasi UGM yang terpertaruhkan akibat ulah kami. Universitas Gadjah Mada, kampus tertua se Indonesia, terterterterter sesesesese… yang seolah tertampar gara gara kami. Inilah realita. ini benar benar fungsi dari KP pembelaan diriku. lingkungan kerja secaara nyata, langsung. Kenyataan bahwasannya ilmu dan pemahaman kami mengenai sistem instrumentasi industri besar sangatlah sempit.

Kami pulang di hari pertama ini dengan wejangan yang sangat dalam. AKu pribadi memegang kata kata PAk Ramdhan, yang mengaku dan memang adalah sarjana Ekonomi, akan tetapi begitu luasnya pengalaman yang beliau miliki, beliau sangat berwawasan, tidak sesat seperti yang selalu dia katakan ke kami dan siapapun yang dia anggap menyimpang hingga bisa bisanya termasuk engineer dan bahkan menjadi bos engineer di E&I Engineer Section ini.


Tagged: ,

§ 5 Responses to Hari Pertama Kesan Pertama

  • S says:

    Nice share wis..
    Kayanya tar aku jg akan mengalami perasan di mana nama fakultas dan universitas itu aku pertaruhkan.
    Hue
    good luck, always..

  • jihad says:

    semua mengalami yang sama boy..
    aku ya isin pas hari pertama

    “lha kalian belajar apa di kampus?”
    batinku “efisiensi dan maksimalisasi hibernasi siang pak”

  • wizqi says:

    thanks bos fatan dah di publish. blm taedit sm sekali si..
    scara teknisny blm ada. insya4wi apa yg kita lakukan disinipun akan muncul tulisanny..

    mana yg lain?
    PD aja nulisny.aku yg berantakan ja PD. yg pnting niatny share..
    apakah kalian seperti kami?
    atau seperti regional cilegon?

  • S again says:

    Eh,
    aku first blood lhoh
    berhasil mengalahkan wisardi.
    Ahahaha

  • arul says:

    dishare FB n twiter cah, jngn lupa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hari Pertama Kesan Pertama at eliners07kp.

meta

%d bloggers like this: