Satu Hari di Krakatau Steel

December 1, 2010 § 5 Comments

Sudah hampir sebulan kami di sini bos, di kota Cilegon dengan Krakatau Industrial Estate-nya (rasane cepet banget bos, tur ya piye meneh). Sewajarnya kami juga punya pola keseharian yang sudah mulai merutin, yaitu pola yang sama dalam hari-hari kami. Jadi intinya kali ini kami mau cerita tentang satu hari yang wajar jika berkerja praktek ria di Krakatau Steel. Bismillah bos.

Pagi, subuh tepatnya, bukan kebalikannya.

Alarm dari handphone berbagai bentuk, merk, dan tipe mulai bersahutan kesana-kemari sejak pukul empat pagi. Yah, memang sekarang sudah jarang dijumpai ringtone tipe ayam berkokok, jadi lagu dari sony ericsson dan nokia cukuplah. Atau, yang beberapa minggu terakhir menjadi sebuah tren di kost kami, ringtone dari band Padi, Tak Hanya Diam (sangar po sangar?). Kenapa lagu ini? mbuh, aku yo radong. Nah, tapi uniknya, seperti yang kita tahu, setan gencar-gencarnya untuk menjaga agar kami tidak bangun pada jam-jam ini. Dengan mistisnya, kuping kami serasa tak mendengar apa-apa, dan  mata  serasa ditindihi baja hasil produksi Krakatau Steel, setan oh setan. dasar jahat..

Oke, setelah itu, kami bergiliran mandi, WC cuma satu, dan saat menunggu giliran, biasanya ada yang membuat teh, kopi instan, kadang mie instan (ya, kami tergolong Front Pembela Indomie). Lalu, tiba saatnya berangkat ke halte bis, gardu ronda tepatnya, sekitar 200 meter dari tempat kos. Jadi, di Krakatau Steel ada yang namanya bus karyawan yang setiap pergantian shift bertugas untuk menjemput para karyawan KS, di mana kebetulan di dekat kami ada mess karyawan KS, karyawan management training tepatnya, yaitu mereka yang sedang menjalani masa uji coba, lima belas bulan lamanya, barulah diangkat menjadi karyawan. Mereka kebanyakan lulusan D3 dan S1, dan ada juga yang dari UGM. Kami bertemu beberapa alumni Gadjah Mada, termasuk pembimbing teman kita, dan superintendent divisi computer proses dan instrumentasi, yang diceritakan di posting sebelumnya kalau beliau adalah alumni Elins angkatan dosen, angkatan Pak Ashari tepatnya, namanya Pak Sarwono. (sangar po sangar?😀). Bus ini datangnya jam 7.15an, dan kemudian melaju menuju ke Human Capital Development Center atau Pusdiklat KS, di mana kemudian kami transit dan berpindah ke bus yang mengantar ke pabrik produksi KS. Kenapa? Karena ada beberapa bus dan beberapa tujuan pula. Ada yang ke Krakatau Bandar Samudera, ini pelabuhannya KS, lalu ada yang ke Krakatau Daya Listrik, ini seperti PLN milik KS. Pada saat ini jam menunjukkan pukul 7.30, dan berangkatlah kami ke pabrik, ke CRM atau Cold Rolling Mill, yang dalam bahasa gaulnya yaitu Pabrik Pengerolan Baja Lembaran Dingin – PPBLD (sangar po sangar? xp).

Wilayah pabrik ini ya wilayah pabrik bos, jadi kita semua diwajibkan memakai peralatan perlindungan diri yaitu helm dan sepatu safety. Untuk sepatu safety yang agak mirip sepatu tentara itu kami dipinjamkan dari KS, sedangkan untuk helmnya kami harus merogoh kantong sendiri, dulu kami beli di kota seharga lupa berapa. Dari gerbang masuk, kami masih harus berjalan sekitar setengah – satu kilometer untuk mencapai kantor tempat kami KP, lumayan, olah raga pagi. Dimas dan Edwin ke ruang Instrumen, Arul dan Jihad ke ruang Elektrik.

Di kantor, biasanya dimulai dengan berbincang-bincang atau mengetik hingga jam sembilan, lalu sholat dhuha, karena Alhamdulillah, di sebelah kantor ada musholla, dan Alhamdulillah ya Rabb ya Tuhan Semesta Alam, di musholla ada kipasnya.. ok, kemudian dilanjut dengan materi, baik penjelasan mengenai apa yang menjadi konsentrasi kami di kerja praktek, atau pengerjaan laporan, karena, ya, kalau tidak dimulai segera, membuat laporan bisa menjadi pekerjaan yang merepotkan, bos.. Edwin mendapat materi thickness gauge, yaitu instrument pengukuran ketebalan baja yang di roll dengan pemancaran sinar gamma dari elemen radioaktif ke strip baja dibimbing oleh Pak Irsal yang merancang sendiri system pengukuran ketebalan itu, bocoran saja, dengan perangkat software dan hardware dari National Instruments, yaitu LabView, jadi, ya, akhirnya ada sesuatu dari kampus yang terpakai saat kita kerja, hahaha... Dimas menganalisis proses welding atau pengelasan strip baja pada flash-butt welder dan faktor-faktor yang mempengaruhinya bila terjadi kegagalan proses pengelasan, dibawah bimbingan Pak Nanang alumni teknik fisika UGM, beliau termasuk angkatan muda di PT. KS. Sedangkan Arul dan Jihad dapat satu judul, yaitu kendali silinder hidrolik pada proses clamping pada flash-butt welder, dibimbing oleh pak Abdul Rofik, senior engineer ahli PLC dan elektrik dari ITS. (sangar po sangar kanca-kancane dewe kabeh ki? haha..😀 ) Ya, memang semua tak ada yang diajari di kampus, mungkin iya, mungkin kulitnya, tapi kami tekankan kalau ini dunia yang teramat baru bagi kami, dan insya Allah kami menikmatinya. Kami bisa kenal dengan para ahli instrument, ahli elektro, dan segala macam engineer handal dalam bidangnya masing-masing. (SANGAR PO SANGAR?)

Jadi sesi materi hingga menjelang siang, ditandai dengan dhuhur, yang kemudian istirahat hingga jam satu siang. Pada waktu ini kami sholat dhuhur kemudian makan siang di kantin CRM, kalau tidak makanan padang, nasi timbel, atau gado-gado, yang kami telah agak terbiasa dengan harganya, Alhamdulillah T_T. Nah, berhubung setelah makan biasanya masih ada waktu sisa, kami pun menyisakan waktu untuk apa teman-teman? Tiduuuur..yah, daripada tidur waktu kerja, mending waktu istirahat plus dikit kan? Plus dikit karena kadang-kadang ‘dikit’ kebablasan sampai jam satu seperempat.😀 Tapi tak apa, yang penting semangat belajar terus berkobar, iya kan? Siap bos. Apa sebenarnya isi dari materi yang diberikan ke kami? Ada yang berupa tutor langsung, yaitu dijelaskan dengan buku, presentasi, atau lisan, jadi kebetulan pak pembimbing juga mempunyai anak yang seukuran kita dan baru saja selesai KP di sana juga, jadi beliau kurang lebih tahu persis apa yang kami perlukan. Ada les memrogram PLC, yaitu Siemens S7-400, dan ternyata tidak sulit teman, cukup mudah, dan kebetulan Pak Rofik juga akan pensiun beberapa tahun lagi, maka mari kita serap ilmu sebanyak-banyaknya darinya. Ada pula jalan-jalan mengelilingi pabrik, melihat alur produksi, melihat alat-alat yang digunakan, dan ini bukan sembarangan. Pabrik ini, subhanallah, besarnya ya ampun tenan. Tapi mata yang jelas puas bila melihat semua alat besar itu kawan, katrol 25 ton, truk 24 roda, motor dc skala kilo watt, OH EM JI.. sungguh jangan pernah menyesal, nikmati saja rasa capai yang melekat di kaki, tapi manjakan mata dan batin kita di dunia kerja industry ini.

Secara singkat proses produksi di pabrik ini adalah strip baja dari pabrik sebelah, pabrik divisi Hot Strip Mill, yang menghasilkan lembaran baja lewat proses panas, yaitu sekitar 1400 dejarat celcius, dibersihkan lewat mesin CPL atau continuous pickling line, yang membersihkan baja kita dengan cairan kimia. Lembaran baja kemudian disambung agar proses tetap bersifat continuous di mesin pengelas Flash-Butt Welder, yang dilanjutkan dengan penguluran baja ke bagian looper. Di looper ini strip bisa diulur hingga dua kilometer, oh la laaa.. Dari looper, strip akan masuk ke proses cold rolling, dimana strip akan di roll dan ditipiskan hingga 90%, kira-kira dari tebal 20 mm menjadi hanya 2 mm, dengan lebar sama, sehingga menjadi lebih panjang. Setelah proses ini gulungan atau coil baja sudah dapat dijual, namun tergantung pesanan konsumen, coil baja bisa melalui proses batch annealing furnace dan electrolytic processing line, keduanya untuk mengolah karakteristik baja sehingga memiliki kualitas yang diperlukan.

Orang-orang pabrik itu juga jelas orang-orang yang unik, panci besar tempat asimilasi berbagai budaya direbus dalam furnace baja, pastilah unik hasilnya. Surabayan, Sundan, Ngapak, Jawa tenanan, Lu Guwa Lu Guwa, aneh lah pokoknya. Ada contoh geguyon pabrik tentang ‘lagu wajib’ karyawan, yaitu apabila statusnya masih karyawan biasa, staf, foreman, maka lagu wajibnya adalah Padamu Negeri (‘padaamu Neegrii, kaaaami berbaktii..’), apabila sudah menjadi supervisor, superintendent, pokoknya yang berpredikat super-, maka lagu wajibnya adalah ‘sorak sorak bergembiiiraaaa, bergembira semuaaa..’. Nah, apabila menjadi semacam dewa karyawan, atau yang kita kenal dengan nama direktur, manager, CEO, atau apalah sebangsanya, maka lagu wajibnya berevolusi menjadi ‘disini senaaang, disana senaaang, dimana-mana hatiku senaaang..’. Yah, begitulah para karyawan menghibur sesame untuk melepas penat di kantor.

Tak terasa sudah ashar, yaitu waktu break sholat, dimana kami kembali ke ruangan berkipas itu dan menghadap Yang Esa. Dilanjut lagi dengan sesi ngobrol-ngobrol-menunggu-waktu-pulang-dengan-bapak-bapak-karyawan, topic yang hangat tak lain adalah Merapi, asal kelahiran kami, kali Code, UGM, dan apapun yang bisa diobrolkan, pokok e tekan jam4 seperapat ngobrol ae bos.. Kemudian kami berpamit ke bapak-bapak karyawan, keluar dan naik bus lagi sampai ke halte bus dekat kost. Sampai kost kira-kira jam lima lebih sedikit. Gantian mandi, menunggu maghrib, maghrib di masjid bila sempat (karena disini setelah adzan langsung iqomah). Makan malam keluar, biasanya ke Krakatau Junction, yaitu semacam kompleks perbelanjaan lokal dan makanan di perumahaan Kompleks Krakatau, harga standar, standar Cilegon, bos, T_T. oh, pada hari-hari tertentu, kami akan ke kota untuk beli air gallon, atau untuk ambil uang di ATM, atau hanya untuk jalan-jalan. Ini biasanya dalam jeda interval tiga atau empat hari.

Oke, saya capai mengetik, dan kalian pasti bosan dengan ocehan amatir ini, dan sudah larut malam, biasanya dihabiskan dengan mengobrol atau menggarapi seseorang diantara kami, biasanya yang itu, yang akhir-akhir ini agak w*****. Selain itu teman-teman berselancar di dunia maya, dilanjutkan dengan mengetik laporan, dan Alhamdulillah, tidur.

Can’t wait to see you all again in Yogyakarta, miss you all so so much.😀

Tagged: , , ,

§ 5 Responses to Satu Hari di Krakatau Steel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Satu Hari di Krakatau Steel at eliners07kp.

meta

%d bloggers like this: