Hari pertama dari tim ELINS di KS

November 11, 2010 § Leave a comment

Lapor, kami dari tim Kerja Praktek Elins di Krakatau Steel periode November 2010 siap memberitakan keadaan kami di sini.

Kami berangkat dari terminal Jombor pukul 20.00, hari Sabtu tanggal 6 November 2010, saat dek Merapi masih labil keadaannya, muntahan lava dan wedhus gembel masih mewarnai berita-berita di televisi (ironisnya TVOon lah yang paling update infonya), dan ketika diperlukan sebanyak-banyaknya sukarelawan untuk membantu penanganan pengungsi dan pemulihan Jogja, Magelang, Muntilan, Klaten, dan Boyolali.

Sakjane terus terang kami pergi dengan rasa tidak tenang, sedikit bersalah juga boleh, meninggalkan Kota Tercinta dalam kondisi seperti itu, jalan yang berlapis abu, Merapi yang mendelik dibalik kabut dan gemuruh, jammer frekuensi 149.070 yang masih berkeliaran, dan entah kapan jogja akan menjadi jogja kembali.

HMEI yang dalam sekejap *simsalabim menjadi sebuah posko tanggap bencana, walau tersempatkan kesempatan kami untuk membantu, adalah momen yang istimewa. Senang rasanya bekerja kembali bersama teman-teman dalam misi kemanusiaan seperti kemaren, ngangeni tenan je.

Ok, balik ke soal KP, kami di bis dari Jombor ke Cilegon makan waktu berapa jam teman-teman?

DUA PULUH EMPAT JAM pantat kami harus merapat ke kursi kulit sintesis di bis Lorena yang harusnya hanya memangsa sekitar 14 jam itu. Ok lah, 24 bukan apa-apa jika dibandingkan dengan perjalanan dari Bali ke Padang, tapi bayangkan apabila harus duduk termenung merana menatap keluar jendela dan hanya ada truk berisi sapi qurban diluar selama tujuh jam? Ok saya sedikit lebay, tapi tidak Ok untuk bilang ini biasa saja. Perlu saya garis bawahi lagi, tadi sapi dan sopir truk yang diluar jendela ya, bukan sawah hijau atau taman bunga. Tujuh jam bos..

Sampai di Cilegon, kota industry baja.

Kota dengan kebanyakan nama apa saja dimulai dengan kata Krakatau. Krakatau Steel, Krakatau Junction, Krakatau Engineering, Krakatau Wajatama, Dana Pensiun Krakatau (?), Pelita Krakatau Steel, Krakatau Medika, mbuh ya nek ana nama TK Krakatau, pasti lulusane sangar-sangar kae, ahli vulkanologi kabeh. Atau coba bayangpun kalau Krakatau dulu namanya Gunung Sarap, bakalkah menjadi Sarap Steel? Oh em ji tenan. Kami ngekos di tempat yang dulu jadi tempat kos kakak angkatan kami 2006, yaitu di rumah Bu dan Pak Harsono, 250 ribu per anak untuk sewa kos, meals not included. Lumayan lah bos. Rata-rata disini semua lebih mahal bos, makan kalo ga biasa bisa habis belasan juta, pulsa aja selisih dua juta.

Senin tiba, kami berangkat ke Pusdiklat Krakatau Steel, jarak sangat jauh dari kos, yaitu 500 meter, kami kecelik naik angkot dan berakhir dalam perjalanan satu menit dengan bea 1000 juta per anak. Ah, padahal kaki-kaki ini perlu olahraga. Malamnya saya jalan-jalan ke Cilegon, angkot sebesar dua juta rupiah, lalu menikmati jalan utama kota baja ini dengan berjalan. Oh iya, info tambahan, disini angkotanya modifan semua bos. Ada yang full sound system, televisi? Ada bung.. ada juga yang pake hiasan semacam rocket launcer dua torpedo di atapnya, sumpah demi kian bos. Sangar jaya. Sampai di kota, ada macam-macam tokonya, Ramayana, matahari, ada juga bioskop Cilegon 21, walaupun ada embel-embel 21, isinya ga tau juga ya. Kurang lebih seperti Jalan Solo lah bos.

Hari pertama dan kedua kami habiskan terkantuk-kantuk terlena dengan penjelasan keselamatan kerja dan sejarah Krakatau steel. Maaf bukannya kami kurang hormat, tapi kami tertular teman kami yang memiliki golongan darah B, katanya orang B gampang mengantuk. (alasan opo kui). Ada sekitar 40 orang yang tergabung di sesi KP 8 November – 8 Desember 2010 disini, jauh lebih dikit dari sesi sebelumnya yang isinya 140 ekor. Ada yang dari UGM juga lho, dari Teknik Kimia, angkatan 2005, sejenak kami merasa muda bos. Ada juga mahkluk dari UAD, ITN Malang, UNS, UII (yang ini bukan pengungsi seperti kami, dia ternyata orang Cilegon bos, alasannya pulkam *prêt).

Ada satu Pembina yang rada sangar, sangar tenan ding bos. Namanya pak Bakat Tya Maya Yogha.. sangar ra bos? Beliau konon adalah mantan jawara beladiri se-perguruan tinggi di Jawa Sumatera. Jelas kan bos? Semacam ada tulisan “jangan-main-main-dengan-saya” tertattoo di mukanya, kita usil dikit, SIKAT. Tapi inti pesan moral dari lecture bapaknya sangat inspiratif tulen 120% gan. Kita harus fokus fokus fokus, tidak ada yang tidak bisa kecuali kita berhenti berusaha, semua itu tinggal kita cukup mau untuk meraihnya atau tidak. Dia juga bilang kalau skripsi cukup satu minggu selesai, amin ya Rabb.. amin amin.

Ok, gitu dulu bos, ini hari-hari kami orientasi di Krakatau Steel, tepatnya di Human Capital Development Center alias Pusdiklat. Saya janji buat cerita hari perdana kami di pabrik plant, hari ketiga, di Gedung Cold Rolling Mill, di posko Continuous Tandem Coiling Mill, akan semakin seru saja. Sedikit spoiler; kita harus siap untuk semua yang baru dan tak terduga, dan dunia itu sempit sekali ternyata, hahaha..

Laporan selesai, silakan dilanjut, selamat beraktivitas.

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hari pertama dari tim ELINS di KS at eliners07kp.

meta

%d bloggers like this: